Mouse Pelangi

Wavy Tail

Selasa, 02 Juni 2015

Gelo
            Tidak dapat di pungkiri bahwa setiap liburan, aku dan ketiga teman-temanku pasti  menghabiskan waktu bersama. Sekolah di sekolah yang berbeda membuat kami tidak terhalang untuk bertemu kapan saja. Mungkin karna status kami solo alis jomblo-lah yang menyisakan banyak waktu senggang utuk bertemu. Kali ini kami sedang menikmati konser musik Ghoerzcizz (lewat youtube.com). Penyanyi Jerman yang baru berumur 19 tahun ini semakin harii semakin tampan. Tak sekalipun kami lewatkan moment yang dimana ada seorang Ghoerzcizz walaupun besok akan ada ujian sekalipun.
            Namaku Tara. Aku duduk dibangku kelas tiga SMA Nusa, hijab dan gelar cewek yang adapada diriku tidak menutupi bagaimana gusar, dan lincahnya perilakuku yang melebihi para cowok. Tapi terkadang sosok anggunku akan nampak jika merasa ada cowok rupawan yang mengalihkan duniaku. Dan cewek cantik berambut bob sebahu ini adalah Firda, ia satu sekolah denganku namun kami beda jurusan. Aku jurusan IPS dan dia jurusan IPA. Terkadang banyak tanggapan bahwa anak jurusan IPA memiliki karisma tersendiri, yaitu kalem, pendiam, dan pintar. Tapi tidak sedikitpun yang terlihat pada Firda. Ia adalah sosok yang begitu pecicilan, Baper-an, centil dan mengaku sebagai cewek lemah yang butuh perhatian cowok  rupawan yang perkasa. Dan sicewek kalem dan pendiam yang sedang asik ngemil adalah Ulan, ia bersekolah di SMA Karya Bangsa, dimana para siswanya adalah didikan untuk menjadi model. Kebayang kan seberapa banyaknya wajah rupawan yang bersemayam disana. Tapi tidak sedikitpun membuat Ulan tertarik dengan salah satunya, melainkan lebih memilih Gofur teman sejak SMP yang kini pindah keluar kota. Yang terakhir Nissa, si cewek keturunan Jepang-Dayak ini adalah salah satu siswa SMA Design School. Nah cewek yang memiliki suara cempreng ini memang sepertinya ditakdirkan buat hadir dikehidupan si dekil Firda dan Aku dalam memimbing berpenampilan cewek yang baik dan benar. Kami ber-empat adalah teman dari SMP yang kebetulan duduk dikelas yang sama. Namun baru di masa SMA ini menjadi lebih dekat.
            Dengan kelebihan dan kekurangan inilah kami, dua tahun terakhir ini sukses menyandang status jomblo dengan baik. Eh, (tidak untuk Ulan). Sebutan GELO alias Genk Jomblo pun melekat rapi dihidup kami.
            Jomblo bukan berarti tidak memiliki cerita cinta ya. Ceritaku dengan Fanza si kapten basket yang termasuk teman sekelas dan teman sebangku itu pun sampai sekarang masih dalam masa move on (aku terjerumus kasus “FriendZone”). Firda yang sedang melakukan “SecretAdmirer”nya dengan salah satu cowok basket  (adik kelas dua tingkat)  bernama Rey pun masih bertahan dua bulan terakhir ini, anehnya air minum yang selalu Firda letakkan didalam loker Rey dengan tempelan kertas bertuliskan puisi tidak menarik perhatian Rey untuk mengetahui siapa pengirimnya. Sedangkan Nissa masih menunggu Resky si cowok yang sudah ia sukai setahun terakhir ini. Lebih tepatnya menunggu kapan Resky memutuskan Dara dan hidup bahagia bersama Nissa (khayalan Gelo semata). Dan Ulan yang sedang mengalami KKLDR (Korban Krisis Long Distance Relationship). Sepertinya yang sedikit bernasib baik hanya Ulan, walaupun LDR tetap saja ia punya pacar.
            “Udah, calon model jangan banyak makan. Ntar badan loe kayak Firda tuuh, mau?” Ledekku kepada Ulan merebut toples yang ia pegang dari tadi dan melirik ke arah Firda.
            “Ooooh noooo. Kayaknya badan gue beneran udah berhambur monster-monster lemak yang bandel. Besok kita harus bangun pagi dan jogging!!!” Ujar Firda semangat lalu segera melemparkan tubuhnya keatas ranjang.
            “Wacana doang loe ah” Balas Nissa terkekeh dengan pandangan yang tak berpaling dari wajah Ghoerzcizz di layar leptop.
Ritual yang kami lakukan dimalam minggu memang selalu rutin nginap bergilir. Dan malam ini rumah Ulan lah yang mendapat giliran. Kegiatan apapun yang kami lakukan sepertinya tak luput dari makan, makan, dan makan. Lihat, Firda yang baru beberapa menit menyentuh bantal saja lebih dulu kedunia mimpi. Membuat aku memilih menyusulnya dan meninggalkan Ulan dan Nissa yang masih asik pantengin wajah ganteng Ghoerzcizz.
            “Selamat malam Ghoerzcizz, semoga mimpi indahh” Ujarku dalam hati sambil memejamkan mata.


Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar